Oke, saya tahu yang mengunjungi blog ini tak lain dan tak bukan adalah orang-orang yang kurang kerjaan. Well, masa-masa kita, sudah lewat, kawan-kawan semua. Ga berasa ya? Ini blog, kalo ga salah inget, terbentuk pada masa kepengurusan anak angkatan XXXI, jadi masa keberjayaannya tahun 2008-2009, tapi setengah tahun di kelas 9, kita semua masih mengurus Amirrest.
Deadline. Siapa yang ga inget sama kata ini satu? Yah, masa-masa panas tersebut sudah lewat, kawan. Sungguh, waktu itu kejam. Waktu terlalu cepat berlalu. Dan kita sekarang udah SMA ya?
Oke, yang tau akan keberadaan blog ini pasti angkatan XXXI dan XXXII. Masa kepengurusan Lantip. Yah, Lantip ga pernah minta untuk menggunakan blog ini dan saya ga pernah tau kalau dia pernah membuat blog atau ga. Who cares? Kita punya UN, US, Uprak, Graduasi, dan Year Book untuk dikerjakan hahaha.
Yah, ini adalah post terakhir di blog Amirrest ini. Banyak yang ingin saya katakan, namun sepertinya, kita hanya bisa membiarkan semuanya berlalu, let the dead be dead, seperti kata Soe Hok Gie (dan Soe Hok Gie sebetulnya ngutip juga).
Kalau begitu, mari kita mulai mengingat siapa saja di balik dua edisi Amirrest kita.
Pertama, pasti Suster. Ya, Suster Maria Stella, PIJ dan Suster Theodora, PIJ yang selalu saya dan Bradley hubungi mengenai Amirrest. Terima kasih, Suster-suster.
Kedua, pembimbing kita, tak lain dan tak bukan Bu Helena Dewi Justicia, dan Bu Inda Purwaningrum. Makasih banyak ya ibu-ibu hehehe.
Ketiga, wakil saya tak lain dan tak bukan adalah Bradley Gunawan. Gila, kalau ga ada ini orang satu, Amirrest ga bakal pernah terbit, I swear.
Redaktur pelaksana! Siapa lagi kalau bukan Bawen ama Keika. Oke saya tulis nama aslinya ya, Raven Adiputra dan Klara Keika!
Di bawah redaktur siapa sih? Saya lupa lho. Oke, cek ke susunan redaksi.
Oke sepertinya susunan redaksi saya belom di-update, jadi kalau salah jabatan mohon maaf yaa.
Sekretaris: Dewi Arista! Oke Wi terima kasih. Lu sekretaris bukan sih? Lupa -__-
Korektor Naskah yang rumahnya selalu dipake buat huru-hara: Rhevensa Santoso! Makasih atas segala pengorbanannya ya Rhes. Gua tau rumah lu akhirnya harus direnov -__-
Clara! Clara Cynthia! Yak, terima kasih.
Terus yang ngedesign-design, layout, tentu saja:
- Bella Francisca! Rumahnya juga pernah jadi tempat huru-hara beberapa anak.
- Herentia Soegiri, si jago Corel!
- Reka Putra: demi Amirrest sampe diomelin abis pulang dari Igna (Y)
- Bobby Fernando: komik Anda ada di YB lho!
Para pencari informasi!
- Rizki Adventus: pembuat artikel dengan tanda baca terparah dan artikel yang selalu panjang!
- Juan Raymond: pembuat artikel medium hahaha
- Matteo: pembuat artikel tentang gedung, gua inget banget nih haha
err, Dewi di sini bukan ya?
Fotografer:
- Kevin Kurniawan: setia ke mana-mana dengan Nikon Coolpix (coolpix bukan kur?) bahkan sampai BB juga dipake buat foto.
- Timoteus Jan Pariadje: hiatus ga sih nih anak?
- Olivia Finella: awal ikut belakangan hiatus haha
Yang ngurusin duit-duit pas nyari dana: Brigitta Caroline, terus Natasha (buthe) turut serta. Terima kasih mau nungguin dan jual beli buku. Oya Keika ikut di sini waktu itu ya? Trus ada Eleonora Edgina juga. Makasih!
Para penerus Amirrest:
- Michael Simiadi: penerus designer Amirrest!
- Lantip Abilawa: kerja yang bener ya Tip, jangan semua kerjaan diboroooong!
- Thalia-Thalita: mau mundur jadi ga tuh?
- Angie: apa kabar gie?
Baiklah saya sadar ini sangat ancur ya mendatanya.
Anyway, nama-nama di atas pokoknya sudah pernah ikut serta dalam pembuatan Amirrest, baik yang jadi maupun tidak jadi.
Saya ga tau, adakah nama-nama yang ketinggalan? Kalau ada, silakan beri comment di bawah post ini. Secepatnya akan saya tambahkan. Yang salah jabatan? Silakan comment juga.
Dari sini, bisa dilihat bahwa saya bukanlah seorang ketua yang baik. Saya mohon maaf atas segala kesalahan saya selama ini.
Saya juga minta maaf, atas segala paksaan, dan tekanan yang ditimbulkan akibat pembuatan Amirrest ini, rapat yang kurang efisien, dan tekanan mental akibat dimarahi orang tua karena harus ke sana-sini rapatnya.
Saya... Oke saya sudah speechless. Pada akhirnya, toh semua ini berakhir. Terima kasih teman-teman semua, yang sudah bersedia mengambil bagian dalam redaksi bulletin sekolah kita ini.
Terima kasih, atas segala kenangannya (terutama, rapat terparah itu setelah kemping kelas 9 di rumah Rhesa. Wah itu gila abis).
Akhirnya, saya tidak dapat berkata-kata. Inilah akhir dari semuanya. Sekali lagi terima kasih, dan maaf atas segala kesalahannya.
Beberapa tahun kemudian, jika Anda semua membuka blog ini lagi, ada dua kemungkinan.
1. Blog sudah dihapus.
2. Postnya ini lagi.
Saya rasa pilihan jatuh pada yang kedua.
Baiklah. Inilah salam terakhir dari saya. Selamat tinggal Amirrest. Selamat tinggal semua. Sampai jumpa di fase kehidupan selanjutnya.
Best regard,
Monica Leona
Chief